Reinterpretasi Tasawuf Sunni Al-Junayd Al-Baghdadi: Kerangka Spiritualitas Disorientasi Etis Masa Kini
Keywords:
al-Junayd al-Baghdādī, tasawuf Sunni , fanā’-baqā’, ma‘rifah, spiritualitas modernAbstract
Kajian ini menganalisis pemikiran tasawuf al-Junayd al-Baghdādī, seorang sufi Sunni paling berpengaruh pada abad ketiga Hijriah yang kerap dianggap sebagai pendiri utama madrasah tasawuf moderat. Dengan pendekatan kualitatif-deskriptif berbasis studi pustaka, artikel ini menelusuri fondasi historis, epistemologis, serta dimensi metodologis ajaran al-Junayd, terutama terkait konsep maḥabbah, ma‘rifah, tauhid eksistensial, dan struktur fanā’-baqā’ sebagai kerangka praksis spiritual. Studi ini menemukan bahwa tasawuf al-Junayd memadukan disiplin fikih dan hadis dengan pengalaman spiritual secara harmonis, menjadikannya salah satu model tasawuf paling kompatibel bagi kebutuhan spiritual masyarakat modern yang menghadapi problem disorientasi etis dan keringnya dimensi batin. Relevansi pemikiran al-Junayd terletak pada kemampuannya menyajikan pendekatan keberagamaan transformatif yang tetap berpijak pada teks-teks normatif Islam sekaligus membuka ruang perjumpaan eksistensial antara hamba dan Tuhan.
References
Al-Junayd. (1988). Rasa’il al-Junayd. In al-Kutub al-Mishriyah.
Al-Qusyairi. (1940). Ar-Risalah al-Qusyairiyah.
Ashani, S., Harahap, M. R. P. A., & Maulani, M. (2021). Trilogi Pemikiran Tasawuf Imam Junaid Al-Baghdadi (Mitsaq, Fana, dan Tauhid). Syifa Al-Qulub : Jurnal Studi Psikoterapi Sufistik, 5(2), 97–113. https://journal.uinsgd.ac.id/index.php/syifa-al-qulub/article/view/11155
Daulay, H. P. dkk. (2021). Takhalli, Tahalli dan Tajalli. 3(September), 348–365. https://tqnnews.com/apa-itu-takhalli-tahalli-dan-tajalli/
Faruqi, I., & Fauziyatur Rohmah, L. (2023). Nilai Tasawuf Imam Junaid Al-Baghdadi Sebagai Qadi. Spiritualita, 7(1), 26–40. https://doi.org/10.30762/spiritualita.v7i1.1013
Imtihanah, A. H., & Mubarok, A. S. (2022). The Concept of Monotheism According To Junayd Al-Baghdadi and Its Implementation for Modern Community. Kodifikasia, 16(2), 227–241. https://doi.org/10.21154/kodifikasia.v16i2.3301
Junaidin. (2021). Konsep al-Fana, al-Baqa dan al-Ittihad Abu Yazid al-Bustami. 2(2), 155–166.
Katsir, I. (2002). Thabaqat Asy-Syafi’iyyah.
Kharlie, A. T. (2006). Pergumulan Pemikiran Mistiko Filosofi Di Nusantara Abad 16-18 M. Alqalam, 23(2), 224. https://doi.org/10.32678/alqalam.v23i2.1498
Knysh, A. (2010). Islamic Mysticism. In IDG Publisher. https://doi.org/10.1163/9789047409625_017
Muhammad, Y. K. (2003). Al Mausu’ah al-Yusufiyah fi Bayani Adillati ash-Shufiyyah. In Dar at-Taqwa.
Ratih Himamatul Azizah Tannisyafolia. (2022). Pemikiran Louis Massignon Cendekiawan, Islamis, Mistisi Katolik dan Impikasi Terhadap Keislaman. Realita : Jurnal Penelitian Dan Kebudayaan Islam, 20(1), 55–71. https://doi.org/10.30762/realita.v20i1.103
Sulaiman, M. (2020). Mistisisme Jalal al-Din al-Rumi dalam Perspektif Annemarie Schimmel. Jurnal Ilmiah Spiritualis: Jurnal Pemikiran Islam Dan Tasawuf, 5(2), 153–181.
Ya’cub, M., & Robiati, W. A. (2023). Nilai-Nilai Pendidikan Karakter Pada Ajaran Mahabah Perspektif Robi’ah Al- Adawiyah. Urwatul Wutsqo: Jurnal Studi Kependidikan Dan Keislaman, 12(2), 447–459. https://doi.org/10.54437/urwatulwutsqo.v12i2.1294
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Abdullah Munir, Hurin’in AM (Author)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





